Nabire, 8 Desember – Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2024 dengan tema “Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggelar doa dan hening cipta bersama di Aula RRI Nabire, Senin (8/12). Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli UKKAS, S.Sos., M.KP., mewakili pemerintah daerah.
Staf Ahli UKKAS menegaskan bahwa peringatan Hari AIDS Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menekan penyebaran HIV/AIDS di Papua Tengah. Ia mengungkapkan bahwa penanggulangan HIV/AIDS di wilayah ini masih menghadapi tantangan besar.
Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus HIV/AIDS di delapan kabupaten di Papua Tengah telah mencapai 23.535 kasus, dengan Kabupaten Nabire mencatat angka tertinggi yaitu 10.822 kasus. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Oleh sebab itu, perlu ada sinergi dan kolaborasi. Kita berupaya menyelamatkan generasi masa depan menuju Generasi Emas 2045,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa HIV bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga isu kemanusiaan yang harus ditangani dengan pendekatan kasih, tanpa stigma dan diskriminasi, serta didukung kerja sama lintas sektor.
Pemerintah Papua Tengah juga memberikan apresiasi kepada KPA Papua Tengah, tenaga kesehatan, badan kewaspadaan masyarakat, organisasi masyarakat sipil, tokoh agama, dunia usaha, serta semua pihak yang tanpa lelah melayani masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan seksual yang komprehensif, terutama bagi generasi muda, menyediakan layanan tes dan pengobatan HIV yang aman tanpa stigma, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah kabupaten, lembaga keagamaan, sekolah, dan komunitas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga diri, keluarga, dan lingkungan,” tambahnya.
Kegiatan jalan santai dan doa bersama yang digelar pada hari itu mencerminkan bahwa perjuangan melawan HIV/AIDS tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu langkah bersama dan doa demi terciptanya Papua Tengah yang sehat, produktif, dan penuh harapan.
Pemerintah berharap kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap nyawa sangat berharga dan harus diperjuangkan.
Sumber: https://www.nabire.net






